Minggu, 30 Oktober 2016

Delapan Tips Memilih Jas


Delapan Tip Memilih Jas
 
TEMPO.CO, Jakarta - Jas, sejak diperkenalkan pada awal abad ke 19, adalah "seragam" bisnis dan juga pakaian untuk momen istimewa bagi para pria. Sayangnya, banyak yang tidak menyadari kesalahan mendasar dalam memilih dan memakai jas. Padahal, pilihan jas yang sesuai dengan bentuk tubuh dan jenis jas yang tepat akan berpengaruh pada citra seseorang. Salah memilih jas, bukan tidak mungkin mengurangi kesempatan untuk sukses dalam perundingan bisnis atau bahkan—untuk hal yang lebih sederhana, mengurangi kesempatan Anda untuk dilirik para wanita.

Menurut majalah gaya hidup pria GQ, memilih jas yang baik bukan berarti harus membeli dari butik ternama dengan harga jutaan.Terkadang, jas yang mahal justru terlihat buruk jika ukurannya tidak pas, sedangkan jas yang dijahit dengan baik—bisa Anda dapatkan dengan mengunjungi penjahit di sejumlah pelosok Jakarta, misalkan di Pasar Baru—dengan harga ratusan ribu rupiah, justru bisa terlihat seperti jas mewah. Berikut ini kunci untuk memilih dan membuat, jas modern:

-Bahu
Jika bahunya sudah terlalu longgar, Anda lebih baik tidak membeli jas itu, semahal dan sebagus apapun gaya yang ditawarkan. Jika Anda memaksa—ataupun terpaksa, untuk membeli jas yang kebesaran, silakan pergi ke penjahit terdekat untuk mengecilkan bahu jas Anda. Potongan bahu jas yang baik, semestinya harus memeluk bahu Anda, serta tidak terlalu longgar dan turun ke bagian lengan atas. Satu lagi, ganjalan bahu alias shoulder pad—seperti yang dipakai oleh Detektif Dick Tracy, sudah lama ditinggalkan. Anda harus terlihat mencuri perhatian dengan bahu jas yang ngepas. Untuk itu, memakai jas yang ukurannya kebesaran, sama sekali tidak disarankan.

-Kerah
Bagian ini akan menentukan karakter sebuah jas. Kerah yang kurus—maksimal dua inci pada bagian terlebarnya, lebih disukai. Namun, kerah terlampau kurus ada baiknya dihindari, karena membut Anda tampak seperti bintang rock.

0 komentar:

Posting Komentar